Pulihkan Pendidikan Pascabanjir, UUI Turunkan Dosen ke Lokasi Terdampak di Pidie Jaya

BANDA ACEH – Pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, sektor pendidikan menjadi salah satu bidang yang terdampak signifikan.

Rifki Sani

1/26/20262 min read

BANDA ACEH – Pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, sektor pendidikan menjadi salah satu bidang yang terdampak signifikan.

Aktivitas belajar mengajar terganggu, fasilitas sekolah rusak, dan banyak pelajar kehilangan akses pendidikan sementara.

Merespons kondisi tersebut, Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) mengambil peran aktif dalam mendukung pemulihan pendidikan bagi masyarakat terdampak banjir.

Kontribusi UUI diwujudkan melalui berbagai program pendampingan pendidikan, mulai dari pendirian sekolah darurat, kegiatan trauma healing bagi anak-anak, hingga penyaluran bantuan pendidikan berupa beasiswa.

Rektor UUI, Dr Mutiawati MPd mengatakan langkah ini dilakukan untuk memastikan hak anak-anak dan pelajar dalam memperoleh pendidikan tetap terpenuhi meski berada dalam situasi pascabencana.

Menurutnya, pendidikan harus tetap berjalan agar anak-anak tidak kehilangan ruang belajar dan harapan masa depan.

Dalam pelaksanaan sekolah darurat, UUI menurunkan dosen-dosen dari Fakultas Sosial Sains dan Ilmu Pendidikan yang berperan langsung dalam kegiatan belajar sementara di lokasi terdampak.

Sekolah darurat tersebut menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk kembali belajar, sekaligus membantu memulihkan semangat mereka setelah mengalami bencana.

“Sekolah darurat tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar sementara, tetapi juga sebagai ruang pemulihan psikososial bagi anak-anak. Karena itu, pendampingan ini kami lengkapi dengan program trauma healing,” jelas Mutiawati.

Program trauma healing dilaksanakan dengan melibatkan dosen Psikologi UUI, yang mendampingi anak-anak melalui berbagai kegiatan pemulihan psikologis untuk membantu mereka mengelola rasa cemas, takut, dan tekanan emosional pascabencana.

Selain pendampingan langsung di lapangan, UUI juga menyalurkan beasiswa pendidikan bagi pelajar tingkat akhir SMA yang terdampak banjir.

Beasiswa ini ditujukan untuk mencegah terjadinya putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi dan akses pendidikan, sekaligus membuka peluang bagi pelajar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Mutiawati menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam proses pemulihan pascabencana.

Oleh karena itu, upaya pemulihan tidak cukup hanya berfokus pada perbaikan sarana fisik, tetapi juga harus memastikan keberlanjutan proses belajar dan masa depan pelajar terdampak.

UUI berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat Aceh, tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga pada tahap rehabilitasi dan pemulihan dengan harapan dapat membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana, sekaligus memperkuat ketahanan pendidikan sebagai bagian penting dalam membangun masa depan Aceh pascabencana. (*)