Misi Kemanusiaan Berbasis Sustainable University, UUI Fasilitasi Bimbel Masuk PTN bagi Pelajar Korban Banjir di Pijay
PIDIE JAYA – Pascabanjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, termasuk Kabupaten Pidie Jaya, sektor pendidikan menjadi salah satu bidang yang paling terdampak.
Rifki Sani
1/26/20262 min read


PIDIE JAYA – Pascabanjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, termasuk Kabupaten Pidie Jaya, sektor pendidikan menjadi salah satu bidang yang paling terdampak.
Hingga hari ke 47 pascabanjir, aktivitas belajar mengajar di beberapa sekolah belum pulih, sementara kondisi pascabencana turut memengaruhi kesiapan akademik dan semangat belajar siswa.
Merespons situasi tersebut, Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) melalui Tim Satgas Pendidikan menghadirkan program bimbingan belajar (bimbel) bagi siswa kelas 3 SMA dan SMK Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan UUI dalam mendukung pemulihan pendidikan pascabencana, sekaligus wujud komitmen sebagai Sustainable University 2026.


Program bimbel ini berlangsung selama tiga hari, pada 8-10 Januari 2026, dan dipusatkan di Posko Pendidikan yang berlokasi di SD Negeri 3 Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.
Ketua Satgas Pendidikan yang juga Dekan Fakultas Sosial Sains dan Ilmu Pendidikan (FS2IP) UUI , Dr Herawati SPdI SPd MA mengatakan sasaran utama kegiatan ini adalah siswa SMA kelas akhir yang tengah mempersiapkan diri menghadapi ujian akhir sekolah serta seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN).
“Kami menilai situasi pascabencana dapat berdampak pada konsentrasi dan kesiapan akademik siswa. Oleh sebab itu, pendampingan yang intensif dan berkelanjutan kami lakukan agar siswa tetap percaya diri dan memiliki arah pendidikan yang jelas,” kata Herawati.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa mendapatkan penguatan materi pelajaran inti Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang disampaikan oleh dosen UUI, yakni Suci Rahmi Amjusfa SPdI MPd dan Rahmat Alimin SPd MPd.


Kegiatan pembelajaran didukung oleh koordinator kelas Rafni Fajriati SPd MPd dan Yawma Wulida SPd MPd yang memastikan suasana belajar berjalan tertib, nyaman, dan kondusif.
Selain penguatan materi akademik, siswa juga dibekali strategi mengerjakan soal, pengenalan berbagai jalur masuk perguruan tinggi, serta motivasi dan arahan perencanaan studi lanjut.
Sementar itu, Rafni menambahkan pendekatan pembelajaran tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga menyentuh pemulihan psikologis siswa yang terdampak bencana.
“Tim Satgas Pendidikan UUI berupaya membangun kembali kepercayaan diri dan semangat belajar siswa melalui suasana pembelajaran yang interaktif dan komunikatif. Siswa didorong untuk aktif berdiskusi, menyampaikan pendapat, serta kembali percaya pada potensi diri mereka,” ujar Rafni.
Sebanyak 19 siswa kelas 3 SMA dan SMK di wilayah Kecamatan Meurah Dua mengikuti kegiatan ini dengan antusias.
Hal tersebut tercermin dari tingkat kehadiran yang konsisten, partisipasi aktif dalam setiap sesi, serta semangat siswa dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Melalui program ini, UUI menegaskan komitmennya sebagai Sustainable University yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik di lingkungan kampus, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan pemulihan pascabencana.
Ke depan, UUI berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut, baik melalui bimbingan lanjutan, pendampingan daring, maupun program pengabdian masyarakat lainnya sesuai kebutuhan dan dukungan berbagai pihak.
Bencana bukanlah akhir dari cita-cita, melainkan tantangan yang dapat dihadapi dengan semangat, ketekunan, dan kerja keras. Pendidikan diyakini menjadi jalan untuk bangkit dan menata masa depan yang lebih baik. (*)
